SEWINDU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA
Bergerak Menjemput Perubahan
-
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) didirikan tanggal 21 April 2001, sebagai hasil kerja Panitia Pendirian Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Panitia ini dibentuk dalam Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara di Ternate pada tanggal 23 Pebruari 2001. Dan selanjutnya, dikukuhkan dengan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara No. 23/SK.PW/I.A/1.b/2001 tertanggal 15 Muharram 1421 H/09 April 2001.
Dasar pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di provinsi yang masih belia ini tidak lepas dari faktor-faktor politik, sosial dan dan ekonomi setempat. Faktor politik berkaitan erat dengan pemekaran Provinsi Maluku Utara pada beberapa wilayah. Sementara faktor sosial dan ekonomi berkaitan dengan kondisi masyarakat pasca-konflik, khususnya biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan studi bagi anak-anak korban konflik. Di tengah kondisi seperti itu, masyarakat juga sangat berharap dapat mengakses pendidikan tinggi. Dengan demikian UMMU didirikan untuk merespons kondisi tersebut.
Pendirian PTM di Maluku Utara ini sebetulnya telah ada sejak lama, dan menemukan momentumnya pada saat perubahan status daerah menjadi provinsi. Waktu itu Drs. H Yunus Namsa dan Drs. Muin Syafi, masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris PWM Maluku Utara, rencana pendirian PTM mulai dimatangkan. Gagasan besarnya adalah melanjutkan pendirian PTM sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah di bidang pendidikan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menghadapi dan menjawab tantangan perubahan yang ada di Maluku Utara.
Pematangan rencana tersebut secepatnya disikapi PWM, dengan melakukan rapat pleno PWM pada tanggal 15 Februari 2001 yang melahirkan sebuah tim yang terdiri dari : Drs. H Yunus Namsa (Ketua PWM Maluku Utara), Drs. Muin Syafi (Sekretaris PWM), Drs. Djafar Umar (Ketua Tim Pendirian), Kasman Hi. Ahmad, S.Ag (Sekretaris Tim Pendirian), Herman Oesman (Anggota), Agus SB (Anggota), Drs. Rusman Soleman, M.Si (Anggota), Mochdar Arief, SH (Anggota), Drs. Rusli Sibua (Anggota) dan Drs. Darsis Humah, SH (Anggota Luar Biasa).
Proses pengerjaan kelengkapan administrasi pendirian UMMU dilakukan di kantor LSM PODIUM yang beralamat di Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate Selatan. Di kantor itu dikerjakan pembuatan Proposal Pendirian, Rencana Induk Pengembangan (RIP), Statuta UMMU, dan Kurikulum dalam waktu kurang lebih tujuh bulan.
Selanjutnya tanggal 21 April 2001, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus UMMU di Kelurahan Sasa, Kecamatan Kota Ternate Selatan oleh Mendiknas RI, DR. Yahya A. Muhaimin. Kemudian pada tanggal 5 Juli 2001, Ketua BPH-UMMU Drs. Djafar Umar, dan Rektor Drs. H. Yunus Namsa, menerima Surat Keputusan Mendiknas RI No. 073/D/O/2001 tanggal 5 Juni 2001, tentang Ijin Pendirian dan Ijin Operasional untuk 2 program studi, yakni Administrasi Negara (FISIP) dan Matematika (FMIPA). Sebulan kemudian, tanggal 2 Agustus 2001 terbit ijin No. 2556/D/T/2001 untuk Prodi Teknik Pertambangan (FATEK) dan Prodi Ilmu Politik serta Prodi Ilmu Pemerintahan (FISIP).
Sejak itulah kemudian dilakukan penerimaan mahasiswa baru angkatan I pada tiga fakultas tersebut. Calon mahasiswa yang mendaftar untuk tahun pertama sebanyak 333 orang, dan yang diterima sebanyak 275 orang. Kemudian pada tanggal 10 September 2001 dimulailah pembukaan kuliah yang ditandai dengan studium general oleh Prof. M. Dawam Rahardjo. Sebelumnya, tepatnya tanggal 23 Juli 2001, juga dilakukan pembukaan kuliah oleh A. Muhyi Effendy selaku Pj. Gubernur Maluku Utara.
Seiring dengan perjalanan waktu UMMU terus tumbuh berkembang, dan kini sudah melewati tahun ke-8. Di usia sewindu ini UMMU telah memiliki 8 fakultas yang terdiri dari 15 program studi. Belum lama ini Program Pasca Sarjana bidang Ilmu Administrasi juga telah beroperasi sejak tahun 2008. Fakultas dan prodi dimaksud adalah sebagai berikut: (lihat majalah)
Guna meningkatkan mutu dan menjawab tantangan masa depan, 13 prodi di lingkungan UMMU telah terakreditasi melalui BAN-PT, dan sekarang beberapa prodi dalam proses menghadapi re-akreditasi. Tahun 2009, dalam Periode III kehadiran UMMU, telah ditetapkan visi baru: “Menjadi universitas utama dan profesional dalam pengembangan iptek berbasis imtaq bagi keberlangsungan peradaban kesemestaan”; dan misi baru: (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis penelitian dengan prinsip iqra’ dalam pembinaan nilai-nilai hidup Islami; (2) Mengembangkan kebebasan ilmiah dan kreativitas yang dijiwai semangat tauhid; (3) Menjadikan pusat pengembangan ipteks berbasiskan imtaq; (4) Mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam berbagai bidang, teknologi dan seni; (5) Mewujudkan aktivitas catur dharma perguruan tinggi sebagai gerakan dakwah dan sosial profetikal bagi pencerahan dan pencerdasan masyarakat.
Visi dan misi baru itu menjadi beban besar dan merupakan bukti bahwa UMMU senantiasa bergerak dinamis untuk melakukan pembaharuan dengan berpijak pada motto: “Untuk pencerdasan dan pencerahan umat.” Dalam kepentingan ini pula UMMU tidak lupa untuk membangun kesadaran dan memperkuat komitmen pimpinan dan dosennya sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah. Salah satu program yang diselenggarakan untuk mendukung membangun jiwa ber-Muhammadiyah ini adalah Baitul Arqam bagi pimpinan UMMU.
Baitul Arqam yang diselenggarakan pada 5-7 Januari 2010 ini diikuti oleh 50 orang pimpinan, mulai rektor dan para wakilnya beserta jajaran dekanat dan pejabat struktural lainnya. Narasumber dalam acara Baitul Arqam tersebut antara lain: DR. H. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua PP Muhammadiyah), Drs. H. Marpuji Ali, MA (Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah), H. Asep Purnama Bahtiar, S.Ag., M.Si. (Sekretaris MPK PP Muhammadiyah), Drs. Abdjan Jahja, M.Ag., dan Drs. Ishak Jamaluddin (PWM Maluku Utara), Kasman Hi. Ahmad, S.Ag, M.Pd., dan Dr. Saiful M.Si., serta Drs. Andi Thamrin (UMMU).
Dengan jumlah mahasiswa kurang lebih sekitar 7.000 orang dan didukung 226 dosen (sebagian besar lulusan S2 dan sebagian lagi sedang studi S3), UMMU yang telah menempati lokasi kampus baru seluas 4,5 hektare ini telah menghasilkan alumni sebanyak kurang lebih 1.106 orang. Alumni UMMU juga sudah banyak yang berhasil bekerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Pada 5 Januari 2010, UMMU kembali menyelenggarakan Wisuda Sarjana Angkatan V sebanyak 566 wisudawan/wati dan Wisuda Pasca Sarjana Angkatan I sebanyak 26 orang untuk Program S2 Ilmu Administrasi.
Sekarang dengan kepemimpinan baru rektor terpilih (2009-2013) Kasman Hi. Ahmad, S.Ag, M.Pd., UMMU mulai memancangkan agenda besar untuk menjadi PTM terkemuka di Indonesia Timur. Dengan dukungan sumber daya dan semangat ber-Muhammadiyah, UMMU siap berkompetisi menjemput perubahan yang terus bergerak.l tiar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa coment ya